Beranda HEADLINE Perusahaan Digital, Netflix, Youtube Hingga Tokopedia Setor Pajak ke RI Rp 3,9...

Perusahaan Digital, Netflix, Youtube Hingga Tokopedia Setor Pajak ke RI Rp 3,9 T

37
0

Eksis.id – Semakin maraknya perusahaan digital membuat Pemerintah makin gencar menarik pajak dari perusahaan digital yang beroperasi di dalam negeri. Hal ini tercermin dari penerimaan pajak digital yang kian meningkat.

Dari catatan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, per akhir Oktober lalu penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dari sektor digital telah mencapai Rp 3,92 triliun.

“Sampai dengan 31 Oktober 2021, para pemungut PPN telah memungut dan menyetorkan PPN PMSE sebesar Rp 3,92 triliun ke kas negara,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neilmaldrin Noor kepada Eksis.id, Jumat (19/11/2021).

Menurutnya, jumlah penerimaan tersebut terdiri dari setoran tahun 2020 sebesar Rp 730 miliar dan setoran tahun 2021 sebesar Rp 3,19 triliun. Setoran tersebut berasal dari 65 pelaku usaha PMSE mulai dari Netflix, Google, Youtube hingga Shopee dan Tokopedia.

Secara total hingga saat ini ada sebanyak 87 pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk oleh DJP untuk memungut PPN PMSE atas produk digital luar negeri yang dijual di Indonesia.

“Jumlah tersebut terus bertambah ataupun berkurang melalui penunjukkan atau penghapusan yang dilakukan oleh DJP dengan melihat kondisi terkini yang ada,” kata dia.

Penunjukan terbaru pemungut PPN PMSE ini dilakukan DJP pada bulan September 2021 lalu. DJP menunjuk empat pelaku usaha untuk turut memungut PPN PMSE yakni Chegg, Inc, NBA Properties,Inc, Activision Blizzard International B.V, dan Economist Digital Services Limited.

“Untuk waktu mulai memungut PPN oleh empat pelaku usaha ini sejak 1 Oktober 2021 karena empat pelaku usaha tersebut telah ditunjuk sejak bulan September 2021,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemungutan PPN PMSE ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan keadilan dengan menjaga kesetaraan berusaha (level playing field) antara pelaku usaha konvensional dan digital sekaligus menambah pundi-pundi penerimaan negara.*(Aln)

Artikel sebelumyaKonsumsi Rumah Tangga dan Industri Manufaktur Bergerak, Ekonomi RI Merangkak Naik
Artikel berikutnyaPulihkan Ekonomi, Indonesia Utang ke ADB Rp 7,1 T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here